halaman depan

tentang aku

produk & jasa

info & artikel

kontak

tetazium@yahoo.com
 

Info & Artikel

Amankah Air yang Anda Minum?
Ditulis kembali oleh: Dewi Sri

Kebanyakan masyarakat menggunakan air mineral untuk kebutuhan sehari-hari karena dirasa lebih praktis serta lebih higienis dibandingkan dengan air PDAM ataupun air sumur yang direbus sendiri mengingat di beberapa wilayah Indonesia air PDAM dan air sumur berwarna kekuningan. Untuk beberapa kalangan termasuk mahasiswa air minum kemasan dirasa terlalu boros karena saat ini banyak terdapat depot air isi ulang dengan harga sepertiga dari air minum kemasan keluaran pabrik.

Kadang-kadang kita ingin membeli/ mengkonsumsi air, kita hanya melihat, apakah air tersebut bening atau keruh/ tidak bening, padahal ada beberapa hal yang seharusnya membuat kita berpikir ulang untuk mengkonsumsi AIU ini. Sebagai ilustrasi, jika kita hanya ingin mendapatkan air yang bening, maka kita cukup menggunakan Karbon Aktif (bisa dari arang tempurung). Jadi dari air sumber dihubungkan ke Karbon Aktif dan di tampung, maka hasilnya akan langsung bening. Hal ini ssudah kami cobakan dirumah kami, dimana kalau sebelumnya air tanah kami sangat kuning dan keruh sekali, tetapi setelah melewati Karbon Aktif, maka air tersebut langsung menjadi bening sekali. Tapi apakah memang cukup dengan bening, maka itu menjamin bahwa air tersebut sudah layak minum ? tentu tidak. Kembali ke AIU tadi, berarti cukup dengan Karbon Aktif, maka air yang diambil dari sumber yang kita tidak ketahui bisa menjadi bening kembali, tinggal saja, apakah si AIU tadi melalui proses Ionisasi atau UV, sehingga bakteri yang ada dalam air akan mati. Kalau tidak, berarti air tersebut masih tetap tidak layak untuk diminum. Khusus untuk daerah Jakarta atau daerah yang padat penduduknya, hal Bakteri ini sangat penting, karena dengan kepadatan penduduk yang ssudah sedemikian tinggi, maka penyebaran Bakteri E-Coli ssudah semakin meluas (Salah satu penyebaran melalui MCK). Kalau misalnya AIU tersebut mendapatkan air dari sumber terdekat dari tempat dia membuka jasa tersebut (bukan dari pergunungan), maka dapat dipastikan bahwa pencemaran Bakteri ini akan semakin tinggi.

Berbagai artikel dari Kompas, menyebutkan :
Rabu, 21 Maret 2001 - Air Kemasan Palsu bisa timbulkan Anemia
Senin, 19 Maret 2001 - Air Minum Kemasan Berlender beredar luas
Kamis, 22 Maret 2001 - Minum Air Kemasan Palsu bisa Mati Lemas
Kamis, 13 September 2001 - Air PDAM Diduga Mengandung Kasinogenik
Sabtu, 02 Desember 2000 - Air PDAM Mengandung Timbal

dan tentunya masih banyak lagi artikel-artikel sejenis, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya air yang kita konsumsi selama ini, baik dari PDAM maupun air Kemasan belum tentu benar-benar layak minum Sebagai air yang sehat/ layak minum, maka kita dapat melihat dari tabel berikut. Kalau misalnya air yang kita konsumsi sudah mendekati atau bahkan bisa lebih bagus dari tabel ini, maka berarti air kita ssudah layak minum.

Syarat Mutu Air Minum (Sumber: Kompas Cyber Media):

Bau Tidak Berbau Rasa Tidak Berasa
Sulfat (mg/l) Maks. 200
Klorida (mg/l)Maks. 250
Besi (mg/l) Maks. 0,1
Mangan (mg/l) Maks. 0,1
Timbal (mg/l) Maks. 0,05
Tembaga (mg/l) Maks.0,5
Merkuri (mg/l) Maks. 0,001
Arsen (mg/l) Maks. 0,05
Flourida (mg/l) Maks. 1,0
Nitrit (mg/l) Tidak Nyata
Nitrat (mg/dl) Tidak Nyata
Amonium (mg/dl) Tidak Nyata
Zat terlaruf (mg/l) Maks. 100
Bakteri Koli Negatif
Tingkat Keasaman (pH) 6,5 - 8,5
Tingkat Kesadahan/ CaCo03 (mg/l) Maksimum 170
Jumlah Bakteri (koloni/100ml) Maks. 100

Sumber: http://www.dunia-ibu.org dan http://kompas.com

 

Daftar Artikel:

  1. Penanggulangan Baju agar Tidak "Berkarat"
  2. Amankah Air yang Anda Minum?
  3. Lele Ternyata Bisa Dibikin Kerupuk
 
Terima kasih atas kunjungan Anda. Silakan tinggalkan saran, kritik, pesan atau komentar Anda di ShortMessage.
 

 

<< UnderConstructions >>

 

1. Teguh Tri Susilo - Tetriz
2. Asuransi [Blog]
3. Marine Diving Club
4. Beasiswa Scholarship
5. Sedap Sekejap
 
 
Your Ad Here..!!
Pengin pasang iklan di sini..?! Silakan hubungi saya lewat emai: tetazium@yahoo.com
 
 
 
 
 
 
 
 
Copyright © 2008, Dewi Sri - tetazium. All Rights Reserved.